logo loading

Green Lifestyle

Eh, Suara Serangga Bisa Bantu AI Pantau Kesehatan Lingkungan Loh!

Namun, pemantauan berbasis AI jadi tantangan saat menangani serangga yang kurang vokal.

 Selasa, 09 April 2024

Ilustrasi. Suara serangga bisa membantu kecerdasan buatan (AI) untuk memantau lingkungan. (PEXELS/Thierry Fillyeul).


Denpasar. Para peneliti Universitas Massachusetts Amherst menemukan bahwa suara serangga bisa membantu kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) memantau kesehatan lingkungan alam sekitar.

Makhluk kecil ini memainkan peran besar dalam ekosistem lingkungan. Namun, seiring dengan perubahan iklim, sebaran pestisida serta tekanan lingkungan lainnya, populasi serangga merosot. Tentu, melacak perubahan ini jadi tantangan tersendiri.

"Serangga mempunyai dampak besar terhadap ekosistem global. Serangga menyediakan sumber makan penting bagi hewan lain, termasuk spesies seperti burung, ikan, beruang, bahkan manusia," ujar Asisten Profesor Konservasi Lingkungan di UMass Amherst Laura Figueroa, dilansir earth.com, Minggu (7/4).

Selain itu, serangga juga memainkan peran penting dalam penyerbukan, siklus nutrisi, dan proses ekologi penting lainnya. Sayangnya, perubahan iklim menjadi tantangan besar. Belum lagi, pengumpulan data di lapangan membutuhkan banyak tenaga kerja hingga waktu dan sumber daya.

Pengumpulan serangga juga kerap mengakibatkan kerusakan atau kematian pada organisme tersebut yang menimbulkan kekhawatiran spesies terancam atau menurun jumlahnya. Oleh karenanya, teknologi AI bisa menjadi salah satu opsi solusi potensial.

Lalu, bisa kah komputer membedakan lebah madu dengan nyamuk? Figueroa meyakini hal itu bisa dilakukan. "Karena banyak, namun tidak semua, serangga mengeluarkan suara. Kami harus dapat melatih model AI untuk mengidentifikasi mereka," imbuh dia.

Ada banyak model yang bisa dilakukan. Salah satunya pembelajaran non mesin, dengan mencari karakteristik suara tertentu yang telah ditentukan sebelumnya. Hal lain, yakni pembelajaran mesin yang memungkinkan menganalisis data suara untuk menemukan polanya sendiri dan mencocokkannya dengan basis data suara serangga.

Atau juga model pembelajaran mendalam melalui yang memungkinkan identifikasi suara serangga yang lebih akurat dan bernuansa. Akurasinya diklaim lebih dari 90%.

"Tidak berarti AI dapat atau harus menggantikan semua pendekatan pemantauan tradisional. Bioakustik otomatis adalah alat utama dalam perangkat multifaset untuk memantau organisme penting ini secara efektif di seluruh dunia," tutur Anna Kohlberg, Pemimpin Penelitian Identifikasi Serangga dengan AI.

Meski menjanjikan, ia mengakui pemantauan berbasis AI memiliki kendala. Hal ini dapat menjadi tantangan ketika menangani serangga yang kurang vokal.


Wartawan : Gungsri Adisri

Penulis : Gungsri Adisri

Komentar

Terpopuler